Monday, August 22, 2011

Plastik di Galaksi Jingga

Bintang plastik, bertaburan di galaksi berwarna jingga. Menyapa meteor-meteor plastik, mengirimkan sinyal kepada planet-planet di galaksi jingga. Tertangkap melalui penglihatan bintang plastik, seekor burung plastik yang lantas menjadi tuan plastik baginya. Fantasi-fantasi di galaksi jingga, gelak tawa dengan isyarat tersirat aroma karamel yang membeku di sapu salju musim dingin. Menciptakan gambar-gambar bersyarat dengan bahasa isyarat plastik, dihembus angin musim semi terdapat titik warna-warni di mata tuan plastik, warna-warni indigo seperti aurora di kutub sebelah Utara di beberapa planet di galaksi jingga. Pesona warna-warni sendu yang tetapi menyiratkan sedikit kehangatan. Menceritakan cakrawala dan saling berbagi pesona, tuan dan nyonya plastik. Senandung tuan dan nyonya plastik menggetarkan malam, beradu dengan bulan besar yang menerangi. Namun, percakapan setiap malam mereka kini berubah menjadi kerinduan dan kesepian yang tidak terbalas. Galaksi jingga terbentur oleh segumpal gas yang entah darimana berasal, tuan plastik tidak tahu di mana berada, terbawa arus angin akibat benturan gas. Bintang plastik pun masih berputar mengitari galaksi, meteorid-meteorid matang dan berapi akibat gas-gas yang masuk di galaksi itu. Terkadang angin yang mereka tidak tahu dari mana menyampaikan pesan tuan plastik kepada bintang plastik.  Di tiap malamnya, tuan plastik mencari sang nyonya, bintang plastik. Merindukan kehangatan cahaya dan cerita-ceritanya. Dan juga nyonya plastik. Mata tajam tuan plastik, suara gelak tawa dan aroma karamel selalu membahana di setiap malamnya. Terkadang menitip permohonan kepada komet yang akan menuju planet-planet yang sudah hancur. Menatap samudra gelap dan kosong, tanah-tanah basah akibat abrasi tidak tahu di mana batas pantai. Tertangkap mata tajam yang ia rindukan, menguap aroma karamel di sekelilingnya, didekapnya dengan penuh erat, menjejakkan langkah di tanah basah. Dibawanya menuju cakrawala. Tuan plastik memeluk erat tubuhnya, memberikan gambaran-gambaran nyata tentang dirinya sesungguhnya, dirinya baginya. Galaksi jingga berputar berlawanan arah, dan mereka terjungkal menuju galaksi lain, galaksi yang terlalu indah untuk dibagi dengan yang lain.

No comments:

Post a Comment