"Gue jadi suka liat yang rambut pendek."
"Kok kabar gue ga ditanyain?"
"Ya cari taulah di mana kosan gue."
Lantas masih mau jadi macan lepas dan di buru pemburu? Kamu akan dikuliti, taringmu di ambil, dan bangkaimu dibiarkan teruarai, diurai cacing dan belatung.
Lalu, apakah itu indikasi kamu seorang penyuka sesama jenis? demi Devendra Banhart, kamu akan menyesal menulis itu ketika kelak rambutmu sendiri memutih, dan terlebih ketika kelak kamu akan mengalami kebotakan di saat usiamu belum senja.
Dan memang siapa kamu, kamu itu cuma pesuruh, disuruh tutup mulut dalam perbuatan curang, perantara dalam menyakiti hati orang. Katanya kamu pernah tersakiti, kok mau sih jadi pesuruh?
Kalau sudah tau dimana letakmu, kamu mau barang-barang berhargamu di kuras habis oleh pencuri, unduh saja aplikasi yang dapat memberi tahu ke khalayak dimana kamu berada. Biar tau rasa diculik lalu dimutilasi.
Kamu itu terlalu banyak alasan, plintat-plintut. Jangan takut, ganti saja itu bukan kewajiban kok, kewajibanmu itu beribadah, beramal, berbuat baik. Minggu depan aku terbang ke New York, jangan menyesal ya. Sebelum ke New York, mungkin aku akan melihat reaksimu di awal bulan depan. Entahlah, aku tidak berharap banyak. Dan akupun kehilangan minat untuk itu, mungkin aku akan menghapus yang sudah aku unggah. Apa yang kamu harapkan untuk awal bulan depan? Rasanya yang lalu tidak dapat membuatmu bahagia, ya mungkin hanya menjadi guyonan dan sesuatu tak bermakna. Ah sudahlah aku sudah kapok. Jangan menyesal, bulan depan aku sudah di New York.
No comments:
Post a Comment