Tuesday, August 23, 2011

Pikirkan dahulu, aku akan ke New York 3

Kamu yang bukan Lloyd, dan kamu yang sudah lama aku kenal. Semua titik dan sudut dalam hidupmu aku sudah menghafalnya, kepergianku hanya tinggal hitungan mundur. Atas semua kesalahan aku meminta maaf, atas semua makna tidak tersampaikan aku menyesalinya, aku memang selalu memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan sesuatu, sayangnya hal itu tidak pernah kamu mengerti bahkan terimakasih darimu pun tidak. Baiklah aku menyesali mengungkapkan itu dengan caraku, tetapi maaf itu prinsip yang sudah dari dulu aku tanamkan, aku tidak bisa mengikuti jalan yang sama seperti layaknya yang lain. Entahlah aku tidak tahu bagaimana awal bulan depan. Kamu yang bukan Lloyd, aku sudah terlalu menyesali semua kesalahan aku yang terdahulu yang pernah aku lakukan, namun sepertinya tidak demikian dengan kamu. Aku tahu aku tidak bisa memaksakan itu kepadamu. New York sudah menanti, rumput dan pohon di Central Park sudah memanggil, adakah yang ingin kamu sampaikan? perbaiki atau perburuk? Tapi aku sudah kebal dengan kata-kata kosong itu. Mungkin mata ini dua, telinga ini dua dan mulut ini satu, tetapi kamu tahu otak itu memang 1 tapi merupakan gabungan dari jutaan hal. Aku akan ke New York segera.

No comments:

Post a Comment