Sahabat pena mengajarkan saya bahwa inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Ya memang benar, inspirasi memang tidak melulu datang dari seorang dandelion. Tetapi tetaplah bahwa Ia adalah inspirasi utama saya. Kali ini saya akan mengisahkan tentang seseorang yang memiliki hati luas. Seseorang yang dapat saya katakan salah satu langit saya di kota ini.
Pada suatu hari saya bertemu seseorang, yang menurut saya pada waktu itu wajahnya mirip dengan salah seorang yang saya kenal di kota asal. Perkenalan kami di awali dengan apel bekal saya. Dari situ dia mulai mengisahkan dirinya di masa lalu. Lama-lama kami berteman dekat, dan saya merasa dia luar biasa baiknya. Kami selalu berkeluh kesah tak heran terkadang kami lupa aturan kami ketika berbicara dengan orang lain. Padahal kami berkeluh tak heran Ia yang mendengar teriakan-teriakan tak wajar kami. Tapi Ia selalu tersenyum, dan menenangkan kami. Meskipun dia tidak selalu menasehati kami ketika kami berkeluh, tetapi dia pendengar yang baik. Pendengar yang baik, yang membuat semua rasa kesal dan sedih hilang seketika.
Dia memang tidak sempurna, terkadang dia pun membuat kesalahan. Namun saya pribadi tidak pernah sampai hati untuk marah ataupun kesal kepadanya. Saya selalu mengingat kebaikannya dan kesabarannya. Dia benar-benar salah seorang langit sempurna di kota ini, seperti yang saya selalu dengar dari nasehat-nasehat orang, dia memiliki pemikiran dan hati yang luas. Pemikirannya selalu membuat saya pribadi terkesan. Kami selalu berkeluh kepadanya, namun saya menyadari dia tidak pernah berkeluh kepada kami. Mungkin berkeluh, tapi keluhannya-pun karena kami, bukan karena kehidupannya.
Dia itu periang, dengan candaan centil khas dirinya, namun saya selalu menyukainya ketika dia mengeluarkan candaan khasnya, bukan candaan kasar yang menyinggung, bukan juga candaan tidak tahu aturan. Tapi dia selalu dapat menempatkan dirinya dalam porsi yang pas. Dia banyak tahu tapi tidak pernah sok tahu, saya menyadari itu, karena tak jarang saya mendapatinya melakukan hal-hal yang kami tidak bisa sendirian. Hatinya dimiliki seseorang yang saya tidak begitu kenal dekat, sepengetahuan saya hubungan mereka selalu baik-baik saja,walaupun terkadang diselingi ribut-ribut kecil. Namun saya percaya dia mampu mengatasinya, karena dia jarang berkeluh mengenai hubungannya, saya tidak tahu mengapa, tetapi saya harap itu merupakan pertanda bahwa dia dan seseorangnya baik-baik saja.
Saya terkadang sedih sendiri ketika ada yang berkeluh mengenai dirinya, bukan apa, tapi saya benar-benar tidak bisa berkeluh mengenai dirinya. Dia terlalu berhati luas, terlalu baik bagi saya. Saya benar-benar tidak sampai hati. Terkadang saya bertanya kepada diri saya sendiri, bagaimana bisa Ia begitu sabar, sedangkan saya? Tidak sama sekali. Tuhan, jagalah Ia selalu, berilah Ia yang selalu baik sama seperti Ia memperlakukan kami. Saya sadar suatu hari kami pasti akan berpisah, sama seperti saya dan sahabat-sahabat dari kota asal. Tapi saya harap dia bisa menjadi langit di hati saya. Tuhan, berikanlah Ia kebahagiaan selalu.
Teruntuk Langit di Kota ini
No comments:
Post a Comment