June, ini yang aku mau untuk sebuah hari di akhir bulan ini. Aku mau seperti saat aku akan meninggalkan kota asalku waktu itu. Ketika aku menghabiskan menit terakhirku di kota itu bersama kamu. June, aku tidak meminta Doc mart ataupun tas Kate Spade, aku juga tidak meminta Oliver Peoples untuk melindungi mataku. June, manis, kamu tahu aku suka gula-gula tapi aku tidak ingin mesin pembuat gula-gula. June, sayang, kamu tahu aku suka cokelat, tapi aku tidak ingin Willy Wonka’s Chocolate Factory. June, hatiku, kamu tahu aku suka es krim, tapi aku tidak meminta 1 galon Haagen Dazs. June, yang aku mau, kamu melakukan hal yang sama seperti malam ketika aku sakit pertama kali di kota ini. June, yang aku mau, kamu melakukan hal yang sama seperti senja di awal bulan itu. June, yang dapat aku pastikan asaku masih sama, yang aku bisikkan di setiap hembusanku untuk tiupan lilinku tetap sama. Tak perlu aku ungkap, tapi yang pasti tetap sama. June, yang aku mau ini semua nyata. Bukan antara aku dan kamu saja, tetapi tanah dan rumput juga langitpun melihat dan merasakan. June, aku tidak tahu apa lagi yang harus aku tuliskan. Aku lebih suka menyiratkannya, tapi June terimakasih sebelumnya atas akhir-akhir ini yang menurutku lebih indah dari masa-masa sebelumnya. June,June,June! Aku ingin berbicara empat mata, antara aku dan kamu, tentang semua formula ini. June, aku ingin berbicara empat mata, antara aku dan kamu, tentang bagaimana seharusnya, dan tentang ah mungkin asa. June, dandelionku selamat malam. Semoga senyum sang Raksasa Malam di angkasa menemani tidurmu dan juga tidurku.
No comments:
Post a Comment