Langit lihatlah, beberapa saat aku tidak berjumpa denganmu aku terpuruk. Langit karena tidak ada yang lebih indah selain berbagi denganmu. Menceritakan keluh kesah, menceritakan rindu, menceritakan jarak yang semu, menceritakan masa-masa lalu. Langit tidak pernah membiarkan aku terjatuh, tetapi ketika aku terjatuh justru langit yang akan membangunkanku. Bukan membiarkan aku terjatuh dan tidak peduli, karena langit bukan angin. Langit, jarak antara kita ini hanya semu karena aku dan kamu berada di bawah naungan yang sama, berpayung langit. Bumi ini berputar,pasti ketika aku bisikkan salamku kepada langit di atasku langit di atas akan menyampaikannya kepadamu di sana.
Langit itu saat ini tidak semua ada di sisiku, hanya seorang di sini, namun meskipun demikian langit yang lain ada di hatiku. Karena bersama langit aku selalu bahagia. Langit tidak pernah memberikan kesemuan, langit selalu memberikan sesuatu yang nyata. Dan itu sangat berarti. Langit itu yang mengerti aku dan hanya langit. Dan aku yang mengerti langit. Langit, maaf jika jarak yang semu membuat kita jarang bercerita. Namun yang pasti, aku selalu memimpikan saat-saat kita bersama. Karena langit,kalian tidak pernah memberikan hal yang semu.
Langit itu saat ini tidak semua ada di sisiku, hanya seorang di sini, namun meskipun demikian langit yang lain ada di hatiku. Karena bersama langit aku selalu bahagia. Langit tidak pernah memberikan kesemuan, langit selalu memberikan sesuatu yang nyata. Dan itu sangat berarti. Langit itu yang mengerti aku dan hanya langit. Dan aku yang mengerti langit. Langit, maaf jika jarak yang semu membuat kita jarang bercerita. Namun yang pasti, aku selalu memimpikan saat-saat kita bersama. Karena langit,kalian tidak pernah memberikan hal yang semu.
No comments:
Post a Comment