"Sebelum pergi ke kota lain atau negara lain kita harus ketemu. Duduk di balik jendela besar, ngeliat pohon-pohon tropis ditambah minum susu karamel. Lo udah banyak ngelewatin cerita-cerita gue. Lo udah terlalu sombong untuk minum susu karamel sama gue. " - a best buddy.
For the God sake, hari ini seorang teman mengirimkan pesan singkat seperti itu. Dulu, dulu sekali sebelum hari ini kami suka bermain di museum, juga bertukar cerita. Kami sudah lama sekali tidak bertemu, sesekali kami bertukar cerita lewat pesan singkat, menceritakan masalah-masalah, juga kabar bahagia, juga kabar memuakkan. Kami berteman sebagaimana pertemanan memang didefinisikan. Tidak ada hal-hal buruk yang mempengaruhi kehidupan kami masing-masing dalam pertemanan kami. Kami lama sekali tidak bertemu, selama masa saya kembali dari hal yang dulu sering saya tuliskan (sekarang saya nyesel nulis-nulis hal semacam itu, dan saya tidak akan menuliskan hal apa yang sedang saya sesali sekarang haha). Pertemanan kami cerdas, karena jelas kami dianugerahkan otak kiri yang bekerja untuk kesukaan kami, juga otak kanan yang kami gunakan untuk menghitung penyelesaian setiap masalah yang kami ceritakan. Pesan singkat yang dikirimkan tersebut sebenarnya sangat membuat saya tersadar, saya tidak pernah selalu ada untuk mereka, sahabat-sahabat saya. Saya justru terlalu asik menikmati hujan abu yang bodoh. Bagaimana saya tidak bodoh, saya terlarut dalam kehidupan bodoh orang-orang yang percuma. Larut dalam emosi karena perbuatan bodoh orang-orang percuma yang seharusnya saya tidak usah hiraukan. Untungnya saya bersyukur dalam kehidupan pertemanan saya dengan siapapun tidak pernah ada hal-hal seperti itu. Sekarang, untuk hari ini dan seterusnya saya tidak akan meninggalkan kebiasaan berbincang dengan sahabat-sahabat saya, entah apapun pembicaraannya, maupun hanya menikmati pemandangan pohon-pohon tropis dibalik jendela besar. Saya tidak mau larut dalam kehidupan percuma, dan saya tidak akan menuliskan saya macan yang baru lepas kandang dalam hal ini. Karena saya belajar, apa itu berteman.
"Kita harus ketemu, ayo cerita."

No comments:
Post a Comment