Seumur ini gue baru sekali merasakannya. Mungkin jika diruntut beberapa tahun lalu gue adalah orang yang skeptis mengenai hal ini. Tapi itulah, yang saat ini gue rasain. Hal yang gue tau lebih enak dari eargasm dari lagu-lagu yang sering gue rekomendasikan. Bukan, gue bukan menulis hal dewasa. Gue ga akan nulis tentang hal itu karena isi blog gue ga di protect untuk konten mature. Lagi pula bukan tipe penulisan maupun pribadi gue untuk nulis seperti itu, saru tau hahaha. Ini tentang sesuatu hal yang bisa buat lo merasa nyaman, lebih nyaman dari pada ketika lo membayangkan ciuman dengan Andrew Garfield yang lagi tenar, atau digigit si RobPatz (bener ga nih tulisannya). Atau buat lelaki yang baca gue ga tau deh lo pada suka ngebayangin siapa.
Gue akan membawa apa yang saat ini gue alami ke dalam hal yang positif, ga gampang. Orang gila doang yang bilang gampang. Kalau lo semua suka nonton entah film horor atau film komedi intinya lo nonton film, ya ga jarang kan ada adegan di mana ada seorang perempuan baru bangun tidur yang sehabis dia bangun dia akan nengok ke tempat tidur di sebelahnya sambil senyum bahagia. Terus ngulet di depan jendela dan ngeliat hari yang udah terang kemudian ke dapur minum kopi. Terus pasangannya datang dan juga ikut minum kopi.... ya kalo gue lanjutin tulisannya gue berasa nulis naskah film. Oke intinya gitu. Simpelnya, gue pernah ada di posisi di mana gue bangun tidur dan gue senyum ke guling, ya emang soalnya gue tidurnya sama guling tapi maksudnya gue pernah ada di posisi di mana rutinitas gue bangun tidur, ngaca, senyum, buka hp, senyum lagi, nonton tv, denger ketukan pintu, senyum lagi, ngobrol, ketawa-tawa, pelukan, senyum lagi, (sebentar, sampai di sini lo tau kan kalo gue paling males mandi), nonton tv, senyum lagi, pergi, ketawa-tawa, makan, senyum lagi, ketiduran, mimpi, mimpi juga senyum-senyum, bangun, bercanda, main game, senyum, dengerin musik, senyum, makan lagi, senyum, sampai malam dan pamitan, pelukan, salim, senyum, mau tidur, senyum dulu. Ya panjang sih tapi kira-kira itu rutinitas hidup gue, banyak senyum. Itu salah satu rahasia keawet-mudaan gue meskipun gue jarang mandi, tapi gue sering senyum.
Sempurna ga sih hidup kayak gitu, lo jangan sirik karena gue aja sirik sama kehidupan gue (yang begitu). Gue inget cerita nenek gue, tentang putri cantik yang pengen tambah cantik lagi, putri itu diminta cuma seteguk minum air, tapi karena dia pengen lebih akhirnya dia habisin itu air di gelas, yang ada bukan cantik malah sebaliknya. You got it? Si putri itu udah cakep, dikasih tambahan cakep malah ga percaya tapi malah makin pengen jadi lebih cakep lagi, si putri ga bersyukur. Sama kayak gue, hidup gue yang kayak adegan film itu sempurna kan ya, tapi gue selalu pengen lebih sempurna lagi sampai-sampai justru karena itu hidup gue kayak another adegan film, film yang bisa bikin tempat popcorn berubah jadi wadah tissue bekas umbel.
Eh sebenernya gue agak ngelantur. Well, kalo gue tanya kenapa si perempuan dan juga gue bisa bangun tidur senyum (biar dibilang gue cuma tidur sama guling) gue harus jawab...duh gila asli biar cuma nulis dan lo ga liat muka gue, gue malu. Ya intinya adalah mereka merasakan apa yang disebut heartgasm ya gue agak suka-suka dalam membuat istilah. Kalo ga paham, pernah denger lagunya Frank Sinatra yang L-O-V-E kan? ya itu maksudnya, love. Cinta... (ah gila gue nulis blog tentang ini juga akhirnya secara gamblang). Gue mungkin romantis dan bisa bikin hati berdesir-desir tapi gue tipe orang yang ga bisa ngomong cinta, gue cuma nulis dengan bahasa lain selain bahasa Indonesia, malu gitu kalo gue keliatan ngomong itu ah ya ribet. Intinya gue pemalu. HAHA.
Sesuai yang gue janjikan di atas, juga judulnya yaitu semua dalam hal positif. Gue akan menuliskannya di sini. Mungkin lo bakal bilang ini tulisan 'galau yang tersirat' tapi gue tetap positif. Hal paling sempurna dan baru pertama kali gue rasain adalah hal yang selalu bisa bikin gue senyum, cinta (asli gue masih kikuk nulisnya). Memang kali ini gue harus bilang kalau gue baru saja kehilangan. Bukan sekadar kehilangan senyum, tapi kehilangan sesuatu yang bisa bikin gue senyum. Runyam yah kehilangan sumber senyum, masalahnya disaat sumber air sudah dekat gue malah kehilangan sumber senyum, yang lo mau buat sumur sedalam apa juga ga bakal nemu itu sumber senyum. Hal sempurna yang gue rasain itu...aduh gulali juga kalah manisnya! Mungkin jauh sebelum ini lo ga mungkin nemuin tulisan gue tentang cinta, ya mungkin sih nemu tapi cinta tanah air. Kalo ini bukan cinta tanah air, tapi cinta, ya cinta, aduh susah gue deskripsikan, rasa suka sama rasa sayang kayaknya lebih. Kalo gue coba sok mendeskripsikan, cinta itu suatu hal yang terbentuk karena adanya hormon, kemudian mengaktifkan detak jantung, lalu menstimulasi otak, dan ngebuat semua otot bekerja, lalu karena adanya medan elektromagnetis cinta itu bukan cuma tarik menarik, tapi selalu merapat kuat sekali, setiap gesekannya akan bisa membuat aliran listrik berjuta watt bahkan mungkin sinarnya terang banget. Ya intinya gitu walaupun gue cuma sok mendeskripsikan, gue mendeskripsikan ga cuma asal tapi ada artinya, karena dengan lo merasakan cinta, lo paling engga bisa ngerasain adegan tersempurna di film. Ya tadi itu bangun tidur senyum sampe mau tidur juga senyum.
Orang menilai gue perfeksionis, termasuk dalam hal yang sebenarnya udah sempurna. Gue masih ga ngerasa kehidupan sempurna itu, sempurna karena itu gue selalu aja maunya nambah sempurna. Miriplah kayak dongeng si putri. Sampai pada akhirnya justru gue kehilangan adegan sempurna itu. Tapi gue ga akan ceritain itu cuma karena gue ga mau lo semua baca blog ini sambil mewek, elek tau. Gue mau lo semua baca sambil senyum. Oh iya ngomong-ngomong ini bukan fiksi kayak yang biasa gue tulis, duh gue lagi belum ada imajinasi. Merasakan cinta, menurut gue adalah bagian terbaik dalam hidup, kalo katanya Life without pain, if you have love, because love is the best medicine kalo lo belum pernah denger ya wajar sih soalnya itu kalimat gue yang buat. Setuju ga setuju, gue yakin lo semua langsung setuju, eh tolong jangan nangis dulu ah gue udah coba sedikit melawak. Mungkin gue kayak remaja yang baru kenal cinta, tapi kalo umur gue ditranslate ke bahasa inggris udah ga ada teen-nya. Ya yang pasti intinya beda, beda sama cintanya muda-mudi sekalian.
Kehilangan cinta itu mungkin rasanya mirip anak kecil yang kehilangan bantal bau iler yang warnanya sampe coklat. Eh ga juga sih, susah dianalogikan. Kehilangan cinta yang pasti sakit, apalagi kalo gue bilang love is the best medicine, sekarang gue juga bingung obatnya apa. Waktu? Aduh bukan banget, kecuali itu mesin waktu. Waktu ga akan berperan banyak kecuali mengubah rambut lo menjadi putih dan lo kehilangan hormon. Aktivitas? Ya mungkin sedikit tapi ga ngaruh banyak, itu cuma sementara. Ketika lo berhenti beraktivitas lo pasti sakit lagi, kan ga mungkin lo beraktivitas tanpa istirahat. Another love? jangan jadi gembel, lo sama aja kayak lagi ngebayangin ciuman sama posternya Andrew Garfield, paham kan? . Senyum. Maksud gue latihan senyum karena lo pasti susah buat senyum lagi, senyum buat diri lo sendiri. Cinta itu tidak akan ngebiarin lo berlarut-larut dalam episode kantong popcorn yang berubah jadi kantong tissue umbel. Ga akan, kenapa demikian? Karena dalam lajur yang positif hal itu akan membuat lo semakin dekat dengan Pencipta. Lo pasti lebih bersyukur karena lo kemarin udah salah jadi orang yang perfeksionis. Salah menyempurnakan sesuatu yang seharusnya sempurna. Sekarang coba banyak "ngobrol" dengan Pencipta, kesempurnaan yang lalu itu cuma dipinjam sama Pencipta, tapi pasti deh nanti dikembalikan lagi. Dalam lajur yang positif, tidak banyak memang yang harus kita lakuin. Kita ga perlu gusar melihat sekeliling yang sedang melakonkan episode sempurnanya. Cinta ya memang seperti inilah. Baru tahu rasanya seperti ini.
Sampai saat ini disaat menuliskan blog, gue selalu dikelilingi pula oleh orang-orang yang bisa ngebuat gue berada di jalur positif. Terimakasih untuk mereka yang anonim saja. Takutnya nanti kalo lupa ditulisin namanya atau salah tulis nama pada marah, lebih baik ditulis anonim supaya kalian merasa "eh itu kan gue yang dimaksud". Berbagi walaupun kali ini berbagi kesah tidak akan pernah salah selama lo berbagi dengan orang yang positif, lo boleh berhenti berkesah ke orang yang lo taulah semacam ngasih alamat jurang mana yang paling tinggi atau ngasih ikan sapu-sapu atau ngasih tau obat mana yang paling oke (asli ini kiasan kalo beneran ya gila aja lo harus berhenti untuk berkesah ahaha). Menanggapi hal seperti ini, seperti di saat lo merasakan/memiliki dan lalu kehilangan memang sulit, tetapi segalanya harus tetap dijalani dengan positif. Sulit banget, dan kesulitannya ga bisa dianalogikan dengan apapun. Lo boleh bilang masalah lo lebih besar, atau ah cuma masalah cinta, tapi lo harus ingat kapasitas seseorang untuk menghadapi masalah tidaklah sama. Intinya kalo lo ngamuk gara-gara baca cintanya gue ini, sekarang gue menuliskan hadapi juga masalah lo dengan positif.
Sumpah, memang merasakan cinta itu ga akan pernah terbayar dengan apapun, even lo pergi ke Paris. Paris ga akan sama kayak Paris yang manis kalo lo ga merasakan cinta. Jangan sodorin gue ikan, gue hanya butuh lajur positif.
Well, mungkin masih panjang cerita tentang cinta, tapi ada di mana episodenya gue simpen sendiri dulu. Oh ya mungkin sebentar lagi gue akan di casting untuk mengisi acara motivasi. Bercanda! Gue hanya mencoba melucu meskipun gue belum bisa senyum.
P.S: I love you
No comments:
Post a Comment