Tuesday, August 7, 2012

Obrolan (sudah) Dewasa

Momen pulang ke rumah selalu wajib di lengkapi dengan kumpul dengan sahabat-sahabat terbaik di tempat terbaik. Beberapa tahun lalu sebelum hari ini ketika berkumpul topik yang selalu kami bahas hanyalah cerita-cerita kesedihan dan kebosanan masa awal kuliah. Di lengkapi cerita-cerita masa lalu ketika bersekolah yang rasanya ketika hari itu kami hanya menceritakan kesempurnaan hari-hari muda ketika kami bersama dulu. Tidak menceritakan nilai ulangan yang jelek, tidak menceritakan ketika dimarahi guru pun juga tidak menceritakan saat-saat kami semua menjadi tidak akur. Kami hanya bercerita mengenai kegilaan-kegilaan kami di Sabtu sepulang sekolah, museum-museum yang kami kunjungi, dan semua manis yang pernah kami jalani. Beberapa tahun setelah hari itu peningkatan topik obrolan di rasa ada, kami mulai membahas nilai-nilai kuliah, mulai membanggakan diri dengan hasil di saat kuliah, cita-cita dan masa depan. 
Ketika momen masa depan itu adalah hari ini, ketika hampir dari kami semua sudah lulus topik pembicaraan kami semakin meningkat, membicarakan masa depan setelah hari ini. Pekerjaan
Kalau pekerjaan memang sudah punya, pekerjaan kecil-kecilan dan iseng dengan sahabat (Suikerspin) tapi memang bukan pekerjaan 'formal'. Di saat malam seperti hari ini memang sering terlintas koala, kanguru, bahkan big ben (tapi bukan seperti yang di depan komplek perumahan saya). Study
Terkadang bahkan selalu saya hal-hal yang membuat saya ingin adalah belajar, belajar di tempat yang bukan menggunakan bahasa ibu saya. Saya lebih iri melihat gambar-gambar kawan yang berfoto di tengah salju putih atau gurun pasir karena study bukan sekedar liburan. Memang itu yang saya ingin dari dulu. Mungkin saya sedikit gila dengan ilmu karena saya selalu ingin tahu ilmu apa yang ada di sana, hal itu mungkin yang mendasari saya sejak kecil, keingintahuan.


Sayangnya hal gila lain dalam diri saya adalah sepatu. 
Dan pembicaraan kami hari ini lebih banyak mengarahkan saya kepada sepatu.
Tetapi dalam hati saya, keingintahuan masih merayap.
Dan entahlah kini saatnya saya tidak akan tidur tenang memikirkan ke dua hal itu.
Orang yang tidak bijak-pun selalu mengatakan, hidup itu penuh pilihan.



Friday, July 27, 2012

I did it!






Bachelor of nutrition and dietetics, July 15 2012, 03.00 PM


Setidaknya bisa mengalahkan ego dan menambah titel di belakang nama. Selanjutnya? Program Pasca-sarjana dan mengalahkan ego lagi, atau kali ini mengikuti ego? Belum tahu, masih merasakan kesenangan usai menjild skripsi dengan sampul keras. I did it!

Tuesday, July 17, 2012

Empat Tahun Lalu, Sekarang, dan Nanti

Empat tahun lalu di bulan ini, seseorang belum menyadari apa yang akan dijalaninya. Mimpi buram yang Ia paksakan fokusnya. Belum menyadari apapun dan Ia hanya mempersiapkan kegilaan menyenangkan untuk hari-hari barunya. Menceritakan bagaimana nanti Ia menjalani hari-hari barunya kepada sahabat-sahabatnya, berburu baju-baju yang akan selalu membuat hari-harinya outstanding, menceritakan mimpi fotografinya kepada orang tuanya, menjelajah seluruh halaman Ikea untuk inspirasi tempat tinggal barunya, mengemas buku-buku dan boneka-boneka beruang kesukaannya di dalam kardus besar, mimpinya akan menunggangi kuda hewan kesukaanya, hingga mempersiapkan alat tulis baru. Ia belum sadar betul, Ia meninggalkan mimpi terbesarnya sedari kecil hanya setelah Ia mendapatkan mimpi sesaat yang jelas Ia tidak tahu apa. Ia tidak pergi ke ahli tafsir, Ia terus melaju tanpa tahu seperti apa. 
Ia dulu bercita-cita menjadi perancang, perancang apapun. Ia bercita-cita menjadi perancang fashion sejak usia 6 tahun dan Ia membuktikannya dengan beberapa baju hasil rancangannya, Ia juga bercita-cita menjadi perancang gedung dan kota, Ia buktikan kesungguhannya dengan belajar tentang hal itu lebih dari anak lain sepulang sekolah, Ia pun bercita-cita menjadi perancang taman, dan Ia buktikan dengan selalu membantu ayahnya mengatur tanaman-tanaman di rumahnya. Ia nyaris mendapatkan kesempatan untuk menggapai citanya menjadi perancang fashion tepat di poros dunia tersebut, dan Ia sebenarnya sudah mendapatkan kesempatan untuk menjadi perancang gedung, namun Ia menolaknya karena Ia tahu Ia mendapatkannya bukan sesuai standar lokasi yang Ia tetapkan. ITB. 
Sebenarnya Ia tidak terpengaruh Grey's Anatomy.  Bahkan Ia tidak tahu apa yang Ia pilih. Pengumuman ujian masuk membuatnya berfikir gegabah, beberapa teman terdekatnya ingin melanjutkan sekolah kedokteran, namun yang Ia tahu pasti, dokter tidak pernah ada dalam list cita-citanya. Entahlah Ia hanya melihat di dalam sebuah list, Ia memilih sekolah kedokteran dengan konsentrasi pada nutrisi. Ia memilih setelah membaca sebuah newsletter mengenai keadaan anak-anak di Indonesia Timur. Ia tidak memilih sekolah teknik sebagai pilihan pertama, namun pilihan kedua. Tengah malam di hari pengumuman ujian, melalui pesan singkat sebuah pesan selamat Ia terima. Saat itu juga Ia menghubungi teman-temannya dan saat itu Ia tahu beberapa dari mereka tidak mendapat pesan yang sama. 
Euphoria membuatnya hilang kendali, Ia lupa cita-citanya. Dan Ia secara resmi menjadi mahasiswa di sana. Bahkan di masa orientasi Ia sempat mengalungi medali. Medali yang Ia dapatkan karena euphoria dan Ia belum menyadari hari-harinya. Ia masih menyebar senyum, masih merasakan dingin yang sejuk, masih senang...
Lalu hari-hari menjadi tidak seperti yang Ia bayangkan sebelumnya, menderita insomnia setahun penuh di awal hari-harinya, kesulitan mengantur uang, tugas-tugas kuliah yang Ia benci namun tetap Ia selesaikan, ruang kuliah yang mengingatkannya pada ruang kelas pada saat les, hal-hal yang tidak cool, transportasi yang terkadang tidak memungkinkan menjadi seorang pengguna public transportation, cuaca panas yang ekstrim, dan banyak hal yang Ia tidak dapat ungkapkan. 
Namun, Ia tetap menyelesaikan tugas akhirnya. Dan hari Rabu Ia akan benar-benar menyelesaikannya, Ia menyelesaikannya dengan sempurna meskipun Ia tahu dosen-dosennya bisa mencari ketidaksempurnaannya dan menyuruhnya mengerjakan revisi. Namun Ia sadar jika hal itu terjadi Ia akan mengerjakan revisi tersebut dengan sempurna, karena Ia menjalani empat tahun kehidupan yang bukan mimpi sempurna-nya tanpa revisi. Dan empat tahun kehidupannya di sini Ia tidak pernah menyesal, karena Ia berhasil mengalahkannya dengan menyelesaikannya di bulan Agustus. Bulan depan. Dan Ia sadar Ia tidak mendapatkan nilai tertinggi, tidak cumlaude tetapi Ia menjalankan semuanya dengan baik karena Ia menjalani mimpi buramnya. Dan dengan ukuran mimpi buram Ia mendapatkan nilai tertinggi. Kehidupan setelah mimpi buram, mungkin Ia akan mengusapnya sehingga jelas. Seperti embun di kaca. Ia percaya Ia selalu bisa menghadapinya. Tunggu medali untuk kehidupan mimpi jelasnya!


Wednesday, July 11, 2012

Saklar

Dulu sekali, ketika cuaca belum sedingin Juli ini ataupun sepanas beberapa bulan lalu dan mengenal New York hanya sebatas Manhattan, aku sudah memutuskan untuk mematikan saklar. Bukan untuk menghemat listrik dan bukan masalah tentang menyelamatkan bumi, hanya saja waktu itu menyelamatkan diri. Rasanya sekelibat aku mengingat sebuah kalimat di awal paragraf, "berdiri mengamati payung warna-warni..." dan aku mengingat kalimat di akhir paragraf "....saklar off". Dan lucunya seharusnya bukankah saat ini adalah saat yang tepat untuk menulis kembali paling tidak pada paragraf ke 305. Tapi aku memilih tidak. Dan membiarkan dalam posisi yang sama seperti waktu itu, tidak ada penambahan dan pengurangan apapun. Hanya saja aku ingin tertawa. 

Sunday, July 8, 2012

sebenarnya banyak jalan menuju rasa manis seperti permen tetapi perlu berfikir berkali-kali untuk menolaknya. lagipula hanya bagian dari fiksi dengan sesaat nyata. untuk hitungan fiksi rasanya sudah sangat membantu.

Thursday, June 28, 2012

I am a BIG girl with BIG dream, all I need just BIG people who always listen and give a good feedback when I talk about my DREAM. I don't want to be a LOSER so I don't need a LOSER. Then, one day I realize I should through every thorn in the road. Including, you.

Wednesday, June 20, 2012

Thankful, rite?

Last saturday- sushi party with my girls at my home-

Cerita tentang KKN, di lokasi berbeda-beda.
Cerita ini itu segala kejadian baik buruk di waktu 2 bulan.
Sahabat termalas nyatanya tidak jadi mendapat predikat pemalas.
Terlalu panjang dan frontal bila dijelaskan.
Intinya yang dapat saya simpulkan, kami beruntung tidak tidur sekasur dalam 2 bulan ini, setidaknya 2 bulan ini kami 1 sama lain semakin memperbaiki situasi yang sempat renggang walaupun jarak merenggang 2 bulan, setelah itu kami merapat sama seperti kita pertama bertemu di lapangan.
Satu hal lagi yang membuat saya enggan beranjak dari kota yang dulu tidak saya sukai, senyum dan tawa sahabat di kota ini.

Rasanya menyenangkan KKN selesai sama menyenangkannya ketika kami menikmati sushi maki buatan kami. Sudah lama tidak berbicara, berkeluh, berbagi, dan berpelukan seperti Sabtu lalu.


Teringat pesan guru-guru di sekolah mitra saat KKN, yang diingat yang baik saja yang buruk ditinggalkan. 

#Hari saat sempat menulis tentang makna KKN, maknanya adalah pisang susu dan segelas smoothie pisang dengan yoghurt!