Monday, July 4, 2011

Jurnal #1

Semalam bulan tidak purnama, masih berbentuk cincin, malu-malu menampakkan cahayanya. Pagi tadi terbangun, langit masih dipeluk gelap, cahaya matahari masih mengitari belahan bumi lain. Bersamamu menembus gelap, menerobos kabut samar di sepanjang jalan. Ini jurnal pertama, tentang aku dan kamu saat terpisah. Jurnal pertama tentang mengantarmu menuju dataran tinggi Dieng. Hari pertama dan masih terlalu awal untuk berkisah.

Mengawali hari menatapmu sebelum tidak bisa menatapmu berpuluh-puluh hari. Juli terlalu keras, aku harus menyelesaikan kewajibanku di tengah bulan ini. Menepi sebentar di kedai roti, menyesap secangkir coklat hangat. Melamunkan waktu lalu bersama kamu, menulis jurnal dan memikirkan kewajiban, ditemani menyambut cahaya matahari yang mulai menyapa. Bertukar pesan kepadamu, berpesan agar kamu tidak melakukan hal aneh-aneh, bertukar pesan agar kamu tidak centil.

Jurnal #1 selesai tepat 1 jam setelah keberangkatanmu, dan aku merindukanmu. Tunggu aku di dataran tinggi Dieng.

No comments:

Post a Comment