July datang terlalu cepat. Aku merasa Ia tiba mendahului terbitnya matahari. July, aku masih ingin merasakan Juni. Tapi July terlalu cepat. Menghitung dengan jari menuju keberangkatanmu, kekhawatiranku adalah akan kecentilan dirimu. Aku pun menghitung mundur hari di mana aku harus menyajikan rencana penelitianku.
July, tolonglah beri sedikit aku kebahagiaan. Kamu pasti mengerti aku hanya merasa sedikit bahagia akhir-akhir ini.Jadi aku benar-benar memohon jangan biarkan aku terpuruk terus. AKU BOSAN!
July, jujur saja, dandelion itu terlalu senang mengoda sana - sini. Berkali - kali aku menemukannya. Jangan jadi pak tani hey dandelion! Jangan kamu teriakkan itu pada temanmu! Tapi camkan itu pada dirimu!
Kamu tau kan aku itu begitu ingin merawat kamu. Tapi janganlah kamu kecentilan. Dandelion, pesanku terakhir sebelum esok aku harus menulis jurnal tentang keberangkatanmu adalah:
July, jujur saja, dandelion itu terlalu senang mengoda sana - sini. Berkali - kali aku menemukannya. Jangan jadi pak tani hey dandelion! Jangan kamu teriakkan itu pada temanmu! Tapi camkan itu pada dirimu!
Kamu tau kan aku itu begitu ingin merawat kamu. Tapi janganlah kamu kecentilan. Dandelion, pesanku terakhir sebelum esok aku harus menulis jurnal tentang keberangkatanmu adalah:
Disana dingin, jangan centil! Kalau kamu centil, ada banyak sapi siap memakanku (rumput). Kalau kamu centil, kamu akan menyesal, bukan hanya sentil dariku mungkin aku akan menyerah menjadi rumput dan aku tidak lagi merawatmu.
No comments:
Post a Comment