Lalu bagaimana jika dia orang yang sebenarnya untukmu?
Entahlah, aku sedang tidak bisa memikirkan hal itu sejak hari di mana aku harus bertindak. Bukan saat yang tepat untuk meninggalkan sesuatu, namun kita pun tidak bisa memaksakan hal itu. Aku hanya ingin sejenak berlari dan menjejakkan kaki di hamparan rumput. Jangan memaksaku untuk diam ketika aku ingin berlari. Ini hanya sejenak, aku sudah lupa rasanya berlari di hamparan rumput sambil mengejar kupu-kupu yang aku suka.
Karena kamu memaksa.
Kamu menggenggamku begitu kencang, menahanku untuk berlari meskipun kamu tahu ekor mataku akan selalu menangkap bayangan di mana kupu-kupu itu terbang. Aku takut. Kamu seperti sesuatu hal yang kelam di masa lalu. Aku tersadar.
Aku tetap hanya berdiri.
Aku mulai terbiasa digenggam, meskipun aku pun tetap tidak bisa menahan keinginanku untuk berlari. Aku mulai merasa nyaman digenggam, namun aku tidak cukup bisa membalas genggaman itu. Aku pun tidak ingin, aku hanya ingin berlari sejenak. Mereka hanya melihat aku digenggam, tanpa mengetahui apa sebenarnya keinginanku, mereka mencibir bak manusia selalu benar. Dan aku bukan tinggal diam, aku hanya tertawa, dan mereka begitu gusar memandangiku.
Saat ini.
Saat ini aku sebenarnya sudah tidak ingin berlari.
No comments:
Post a Comment