Tuesday, November 19, 2013

Kamu di Kotaku - pada akhirnya

Kamu ingat ratusan hari lalu di sebuah akhir pekan di bulan terakhir suatu tahun, kamu dan aku bertemu dalam suatu gelap sempurna. Gelap yang riuh dan gelap yang selalu aku rindukan. Kamu ingat pembicaraan kita mengenai kehadiranmu di kota ku? Aku masih ingat dengan sebuah pesan singkatmu di suatu senja, "aku di kota mu", pesan singkatmu memberiku kekecawaan karena kita tidak jua bertemu pun bersama lagi. Akhir pekan lalu aku sedikit mengingat tentang aku dan kamu, menari di atas lumpur dibawah hujan bintang bulan Desember yang dingin. Aku sedikit berharap kamu di kotaku kembali menari meski hujan tidak turun.
***
Dan aku pergi menuju hentakan gembira di akhir pekan, sekelebat teringat hari itu, hari singkat dengan kisah singkat yang terkadang masih berlanjut dalam semu berkepanjangan. Tidak berharap banyak dapat berjumpa lagi dan mengulang semua seperti hari itu, ketika semua gelap di setiap siangku menjadi samar. Lalu aku di antara kerumunan, ditengah rasa yang seperti dejavu, melintasi segalanya dan berakhir di suatu titik. Dan aku tertegun, dan kita tertegun. Memandang kaku satu sama lain, terkejut dan terus tertegun. Mataku menangkap sosokmu, pun juga kamu. Tanpa pesan aku di kota mu, tiba-tiba kamu ada di kota ku. Senyum mengembang, pembicaraan singkat penuh basa-basi dan tidak tahu apa lagi. Senang membuncah di dada, teruslah semu, hingga semi suatu hari. Malam itu tidak ada bintang di langit, tidak juga ada kembang api menghiasi langit seperti malam itu. Hanya sedikit magic, dan aku membuka dan melanjutkan lagi semua tulisan yang bermula dari ratusan hari lalu. Karena sungguh kamu di kotaku. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan!



Hanya saja tetap semu, nyata di maya. 

No comments:

Post a Comment