Sunday, May 6, 2012

Musik untuk Telinga

Bagaimana jika pergeseran musik yang identik dengan telinga menjadi untuk mata. Lantas jika demikian apa yang akan telinga dengar. Rasanya yang sekarang terjadi di masa ini memang seperti itu adanya. Menurut pandangan saya, eargasm  yang semestinya di dapatkan ketika anda benar-benar memperoleh rasa aneh ketika mendengarkan musik justru tidak di dapatkan. Dan rasanya memang mendengarkan musik bukan bertujuan untuk didengar tetapi di lihat videonya. Pergeseran semacam ini terutama di jalur musik utama membuat mereka yang menyebut dirinya musisi berlomba-lomba untuk mempermak penampilan dirinya bukan mempermak kemampuan musikalitasnya. Kemampuan biasa saja tapi penampilan  sudah di sulap bak seorang legenda bintang maka mereka akan mendapat teriakan dari groupies yang setia melambungkan bendera dan poster tinggi-tinggi bahkan setiap malam menangis menatap poster-poster di kamar. Entahlah selera orang memang berbeda, tapi bagi saya jangan sampai telinga anda tidak pernah dimanjakan dengan musik. Dan jika memang pergeseran semacam ini dianggap hal yang modern seperti boombox menuju ipod maka sebut saja saya konservatif. Saya suka mendengar lagu tanpa melihat bagaimana rupa yang memainkan nada-nadanya. Bahkan beberapa kesukaan saya, saya kurang tau pasti seperti apa rupanya. Jika mereka rupawan barang tentu itu bonus.


Day #27
teruntuk eargasm bukan eyegasm atau gasm-gasm yang lain. pakai headphone biar tetangga tidak terganggu, selamat eargasm!


No comments:

Post a Comment