Tuesday, September 13, 2011

Sekedar Karena Televisi

Menceritakan kisah-kisah orang lain di sekitar, tetapi bukan disekitarku. Aku orang yang diceritakan mengenai kisah-kisah hampa dan palsu yang membosankan olehmu. Kisah dataran tinggi yang memuakkan. Kisah menyayat yang jika hanya melihat dari luar terlihat indah dan baik. Entahlah aku hanya pendengar baik dan pemberi respon standar jika lisan, mungkin kamu bercerita mengasihani orang yang sudah diliputi palsu, mana tahu di balik tembok yang lain kisah itu berubah nama menjadi kisahku dan kisahmu. Mengenai ceritamu yang tak terjangkau penglihatanku. Aku masih terganggu dengan hari-hari terakhir itu. Ketika berkisah, kamu menceritakan tentang hal-hal yang tidak kalah menganggu semuanya, sulit membentuk sesuatu yang baru mulai aku tumbuhkan, tetapi hari-hari terakhir itu, kamu justru meruntuhkannya, mungkin hal kecil tapi tetap saja sama. Tidak mencoba menjadi munafik, hanya saja, rekam itu bagai terputar ulang, bagaimana seorang sahabat meminta bantuan untuk melakukan sesuatu. Cerita lama, namun inilah pepatah gajah di depan mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Terputar jelas ketika sahabat itu meminta bantuan kepadamu. Meruntuhkan segala kepercayaanku yang teramat dalam pada sahabat itu. Ketika yang lalu aku berkeluh kesah. Aku tidak akan menanyakan kamu ketika kamu tidak terjangkau penglihatanku, aku kecil dan pengecut, tersenyum palsu padahal lara. Tapi aku memang tidak pandai tersenyum palsu, aku memilih diam daripada memalsukan senyum. Aku diam, karena aku berfikir mengenai apa yang dilakukan sahabat itu, kisah dataran tinggi menjemukan. Kisah klasik yang sungguh munafik. Terpampang kepalsuan di setiap kata sahabatmu kepada kekasihnya, entahlah. Aku tidak mau memikirkan ini, tetapi aku terlalu luang malam ini, televisi terlalu membosankan, sungguh bosan. Aku diam memang, kamu tahu dan aku baru saja memberi tahu kamu mengapa. Aku harap itu bukan sekedar uap yang kosong. Aku harap itu bukan sekedar alfabet yang tersusun yang kamu pelajari sejak kecil, aku harap itu menjelaskan dan memiliki arti. Aku hanya ingin tidur pulas di sisa waktu ini, tidak ingin dipaksa untuk berfikir banyak mengenai yang dipalsu. Jangan bohong, jangan menyimpan kebohongan. Aku ingin bahagia sebagai manusia paling tidak untuk hari ini. Ini semua sekedar karena televisi yang menjemukan, aku bosan dan aku bercerita mengenai kisah palsu seseorang yang entahlah ini nyata atau tidak. 

Say a prayer now
Don't be scared now
You don't want trouble
Well we might get some
We might get some,
It's troublesome.
But don't you worry
You can help me...

Killing lies, killing lies,
Killing lies, killing lies

First you're worried
Then you're hurried
Don't think that everything
is gonna stay the same
That's impossible.
Before I let you go
Let me look at you
Don't you worry
You will help me

Killing lies, killing lies,
Killing lies, killing lies

Oh yes I noticed you
You are a friend of mine 
(Killing Lies - The Strokes)


No comments:

Post a Comment