Saturday, October 24, 2009

re-post bis bald

It is by chance we met .
By choice we became friends.


well, gue mengartikan kalimat itu cukup benar dalam hidup gue. setiap kali kita melangkah di pagi hari, setiap itu juga kita ketemu sama orang baru. banyak kesempatan, banyak cara untuk bertemu orang baru.

orang yang saat ini jadi musuh lo, belum tentu waktu yang akan datang tetap jadi musuh buat lo, orang yang lo rasa paling hina, paling lo benci selama ini belum tentu di waktu yang akan datang lo akan bilang "ih ga banget temenan sama dia" tapi one day, lo akan bilang " dia harta gue paling berharga"

gue sangat sadar dgn hal itu, sangat manusiawi yang namanya orang hidup bisa suka sama orang atau sebaliknya. dan akhirnya gue sadar, betapa gue sangat sia-siain suatu ksmptn untuk berbagi kalo gue punya orang yang gue benci. anggap aja ini hari terakhir dimana gue akan bertemu dengan orang - orang yang ada di sekitar gue. gue bukan orang yang bisa nutupin apa perasaan gue, gue adalah orang yang sangat nunjukin perasaan gue. kadang gue ngerasa bt bgt sama orang yang mau tau dgn apa yang terjadi sama gue, orang yang ngatur hidup gue. dan karena gue ga suka, gue bisa berubah seketika, dari yang gue senyumin dia, sampai akhirnya gue males buat liat dia. gue sadar itu buruk banget. dan gue sangat nyesel di akhir akhir hari ini, kenapa gue harus gitu, gue baru tau, ternyata mereka peduli banget sama gue, gue baru tau ternyata mereka sayang sama gue, mereka sangat ingin ngasih yang terbaik ke gue. ada juga saat dimana gue sangat mengutuki orang ketika orang itu tiba tiba menyerupai gue, gue ga mau lihat dia sama sekali, kesel, marah banget rasanya. dan akhirnya gue sadar lagi, percuma gue lakuin itu, buat apa gue harus ngorbanin persahabatan yang segitu berarti cuma gara gara keserupaan itu. gue sadar itu artinya dia sangat menerima gue jadi orang terbaiknya, tapi saat itu juga gue ninggalin mereka.

sekarang, waktu cuma tinggal sedikit, di waktu yang cuma sedikit itu gue bnr bnr nyesel. sekarang saatnya gue untuk raih mereka, meluk mereka dalam pelukan hangat, sampai kita rasakan euphoria yang dulu selalu ada waktu kita bareng. tawa yang selalu ada dulu, genggaman tangan, langkah kaki, dan semua yang dulu pernah ada.

hellen keller :walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light

.bis bald

(in our graduation , not for graduated our friendship. our friendship never and ever graduated)

nir sonia prameswari

No comments:

Post a Comment